PKS Johor Adakan I’dad Murabbi untuk Kesinambungan Dakwah
dakwatuna.com - Menjaga kesinambungan dakwah adalah
keniscayaan. Oleh karena itu, Bidang Kaderisasi PIP PKS Johor,
mengadakan satu kegiatan dengan tema I’dad Murabbi. Kegiatan
dilaksanakan pada Ahad, 14 April 2013, dari pukul 9.00 – 18.00 waktu
setempat.
I’dad Murabbi bermaksud untuk mempersiapkan
murabbi-murabbi baru yang akan menjadi ujung tombak kelangsungan dakwah
di Johor, Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor IKRAM Johor
Bahru dengan peserta 38 orang calon murabbi. Hadir sebagai trainer di
dalam kegiatan ini Ust. Abdul Wahid dari staf kaderisasi dari DPP PKS
Jakarta.
Kegiatan ini dibuka dengan tilawah Al Qur’an oleh salah
seorang peserta. Kemudian kata sambutan dari Ketua bidang kaderisasi PIP
PKS, Johor, Malaysia. Menurut ketua Kaderisasi PIP PKS Johor, Malaysia,
kegiatan ini merupakan sarana untuk mempersiapkan murabbi baru yang
nanti bisa aktif di dalam dakwah di berbagai kawasan di Johor baik dari
kalangan mahasiswa maupun TKI (tenaga kerja Indonesia) dan juga dalam
rangka menjaga kesinambungan dakwah di Johor Bahru, Malaysia.
Dalam kegiatan ini disampaikan beberapa materi, yaitu
- Qadhaya Ummah
- Ahammiyyatut Tarbiyyah
- Kurikulum Tarbiyah
- Talaqqi Maddah
Suasana
acara pelatihan, peserta antusias mengikuti acara ini. Narasumber
menguraikan materi dengan cara yang menarik dan berkesan dalam
menyampaikannya.
Materi Qadhaya Ummah, beliau menyampaikan tentang
bagaimana cara mendiagnosis penyakit Umat. Dalam menjelaskan materi ini
nara sumber menyampaikan beberapa faktor penyebab penyakit umat. Di
antara penyakit-penyakit umat itu antara lain karena faktor politik,
ekonomi, pemikiran, sosial dan kejiwaan. Di akhir materi dilakukan
diskusi kelompok serta presentasi dari setiap kelompok.
Materi
Tarbiyah Kita; nara sumber menjelaskan tentang tujuan tarbiyah, sistem
tarbiyah dan kurikulum tarbiyah. Nara sumber memotivasi peserta untuk
menjadi murabbi dan membuka halaqah baru.
Untuk membangkitkan
semangat peserta dan tidak monoton, nara sumber memandu nasyid secara
bersama-sama peserta di antara sesi materi. Di antara judul nasyidnya
Muhadidun ana dan
Ribathul Ukhuwah. Ini nasyid klasik dan berbahasa Arab menurut nara sumber.
Setelah
penyampaian materi, di akhir acara, panitia menyampaikan follow up dari
acara. Bidang kaderisasi mendorong kawasan-kawasan unggulan di Johor,
seperti Senai, Tampoi dan Taman Universiti untuk dapat membentuk
halaqah baru dalam dua bulan ke depan dan membuat program murabbi magang
di kawasannya masing-masing. (Feri C/ist)