Saat ini SBY sedang kesepian, bahkan menurut informasi yang didapat dari
seputar istana, SBY sudah stress berat sehingga seringkali menempatkan
perilaku bodohnya seperti menggaruk selangkangan didepan umum, perilaku
yang sangat tidak pantas dan memalukan bagi seorang Presiden. Kenapa
bisa demikian? Pertama, SBY panik karena ia ditolak kemanapun ia pergi.
Celakanya, penolakan itu justru terjadi dinegaranya sendiri, bukan oleh
siapa-siapa tetapi oleh para mahasiswanya dan kaum muda. Kepanikannya
bertambah lagi ketika para tokoh Agama yang menjadi parameter moral
Bangsa secara kolektif mengeluarkan pernyataan
"SBY PEMBOHONG!".
Belum selesai dengan pernyataan para tokoh Agama, tiba-tiba media
Australia melalui koran The Age dan Sydney Morning Herald menulis
tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh SBY untuk menumpuk
harta dan mempertahankan kekuasaannya, karena berita itu SBY lalu jatuh
sakit dan Isterinya, Ani Yudhoyono menangis, bukan karena sedih akibat
fitnah, tetapi sakit dan kesal yan ditimbulkan karena ia sadar bahwa
KEBOHONGANNYA bukan saja diketahui oleh rakyat Indonesia tetapi sudah diketahui oleh rakyat dunia.
Berikutnya kepanikan SBY semakin bertambah besar karena ia sadar bahwa
tidak ada satupun orang disekelilingnya yang bisa ia percaya akan
membela dirinya. Ia sadar bahwa baik partai koalisi maupun aktivis yang
direkrutnya ternyata tidak mau capek menjadi pelindungnya tetapi malah
justru memanfaatkan sisa waktu untuk merampok harta bangsa ini
sebanyak-banyaknya. Itulah sebabnya ia menggertak dengan ancaman
reshuffle yang faktanya hingga hari ini tidak terjadi.
Informasi terakhir SBY berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan
menciptakan isu-isu baru (Bom Buku, NII dan lain-lain) agar tatapan
rakyat dapat dialihkan dari dirinya kepada isu baru yang ia rekayasa.
Selain isu baru SBY juga sedang melakukan konsolidasi di Cipanas dengan
para perwira angkatan yang sama dengan dirinya yaitu angkatan 1973.
Namun harapan SBY sepertinya tidak tercapai karena yang terjadi justru
perwira muda malah melihat SBY berusaha memecah belah kesatuan TNI
sebagai alat pertahanan negara dan itu tentunya sangat Berbahaya.
Kekecewaan itu menjadi rumor akan adanya purnawirawan jenderal yang mau
mengkudeta pemerintahannya. Beberapa hari terakhir konon SBY tiap hari
marah-marah karena tulisan yang dimuat dikoran terbesar dengan oplah 2
juta eksemplaar setiap hari di Amerika yaitu
Wall Street Journal yang menyatakan keraguan pada SBY mampu menjalankan pemerintahan.
Sepertinya saat ini SBY sedang menghitung hari kejatuhan dirinya. Ia
diserang habis-habisan didalam negeri dan dikepung oleh negara-negara
yang semula adalah sekutunya, gawatnya lagi tidak ada seorangpun
disekelilingnya yang bisa dia percaya. banyak pakar yang menyatakan
bahwa momentum perubahan bersejarah akan terjadi dalam waktu dekat di
Indonesia, terlebih lagi karena konflik yang terjadi diberbagai negara
Timur Tengah hingga Afrika yang mengakibatkan harga minyak dunia akan
semakin melesat tinggi termasuk di Indonesia yang tidak mampu menahan
harga minyak bukan semata karena situasi di Timur Tengah tetapi karena
ada nafsu korupsi serakah dari para pejabat negara dengan dalih mencabut
subsidi.
Ketika SBY jatuh maka yang bersalah bukanlah para mahasiswa, bukan
pemuda, bukan pula rakyat, tetapi karena memang tabungan dusta yang
selama ini ditumpuk oleh SBY. Kejatuhan SBY kelak akan menjadi pelajaran
bagi siapapun yang berkuasa nantinya bahwa
"SIAPA YANG MENABUR DUSTA akan MENUAI MELAPETAKA" karena
"DUSTA adalah BAPAK DARI SEGALA DOSA".