Papua Semakin Membiru
Hasil pilkada di sejumlah daerah menghasilkan kenyataan pahit bagi
partai Demokrat. Satu persatu, jago-jago si Biru bertumbangan. Ada incumbent
Fauzi Bowo yang dipecundangi Jokowi, Dede Yusuf yang hanya duduk di
posisi 3 di pilgub Jabar, Ilham Sirajudin dikalahkan Syahrul Yasin Limpo
di Sulsel, Amri Tambunan juga tak berdaya di Sumut dan Benny K Harman
berpotensi melengkapi penderitaan Demokrat yang menurut quick count
sedang tertinggal dalam penghitungan suara sementara pilgub NTT. Bisa
jadi ini adalah dampak dari badai topan yang tak henti-hentinya mendera
partai berkuasa ini dalam 3 tahun terakhir ketika berturut-turut
kader-kader yang merupakan petinggi partai dijadikan tersangka oleh KPK,
mulai dari Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, dan Sang
Ketua Umum Anas Urbaningrum.
Boleh saja kasus-kasus itu berdampak bagi pilkada di beberapa wilayah,
tapi tidak di Provinsi Papua. Buktinya, di tahun 2011 dan 2012 saja,
sejumlah pemilukada dimenangi oleh kandidat yang diusung Demokrat. Sebut
saja, Stefanus Kaisma di Kabupaten Mappi yang menumbangkan incumbent
Aminadab Jumame, Usman Wanimbo mengalahkan incumbent John Tabo pada
pilkada Kabupaten Tolikara, Henok Ibo melenggang kangkung menggantikan
Lukas Enembe yang telah dua periode menakhodai Kabupaten puncak Jaya, Er
Dabi memenangkan pemilukada perdana Kabupaten Yalimo. Belum cukup?
Masih ada Ham Pagawak, yang memenangkan pilkada Mamberamo Tengah, Yusuf
Wally mempecundangi incumbent Celcius Watae di pilkada Keerom, ada lagi
Matius Awaitou di Kabupaten Jayapura, Befa Yigibalon di Kabupaten Lanny
Jaya, Tonny Tesar di Yapen, dan lain-lain. Yang paling sensasional tentu
saja
incumbent Bupati Boven Digul Yusak Yaluwo yang dilantik
pada Maret 2011 meskipun berstatus sebagai tahanan karena tersandung
kasus korupsi sebesar 45 miliar rupiah. Selain itu, ada beberapa bupati
yang telah dilantik menjadi ketua DPC Demokrat (dahulu maju dengan
parpol lain) seperti Bupati Mamberamo Raya Demianus Kyeuw Kyeuw yang
menjadi ketua DPC Demokrat Kabupaten Sarmi, Bupati Supiori Fredrik
Manufandu, yang dilantik sebagai ketua DPC kabupaten Supiori. Hingga
kini, tak kurang dari 22 kepala daerah dari 29 kabupaten/kota di
Provinsi Papua yang bersatus sebagai kader Demokrat.
Kemenangan Demokrat di Bumi Cenderawasih yang paling anyar adalah
keberhasilan pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal dalam pemilihan gubernur
Papua. Lukas Enembe yang adalah ketua DPD partai Demokrat Papua,
ditetapkan sebagai gubernur Papua definitif setelah mengungguli lima
pasangan lainnya dengan perolehan suara 53%. Meskipun ini adalah
pemilihan oleh rakyat secara langsung namun bisa jadi salah satu kunci
kemenangan pasangan ini adalah dukungan penuh dari kepala-kepala daerah
kabupaten di atas.
Dengan kenyataan seperti demikian, maka sepertinya Demokrat boleh
berharap menjadikan Papua yang dulunya dikuasai Golkar ini sebagai
lumbung suara di 2014.
Sumber : JUNAEDY PATADING