Jakarta, PKS Jateng Online—Kader
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selalu menyimpan aura yang mempesona di
setiap gaya bicaranya. Seperti yang ditunjukkan oleh mantan Presiden
PKS, Tifatul Sembiring. Kader PKS yang saat ini menjabat sebagai Menteri
Komunikasi dan Informatika ini kerap melontarkan pantun di berbagai
kesempatan. Begitu juga saat penutupan diskusi di Kabar Pagi tvOne,
Kamis 6 Juni 2013.
"Kalau suka buah cempedak, hati-hati badan lengket. Kalau suka bermain minyak, hati-hati kaki terpeleset," katanya.
Ini
bukan tanpa maksud. Pemerintah saat ini sedang menggodok kebijakan
menaikkan harga minyak bersubsidi, kebijakan yang dinilai tidak populis
tapi harus dilakukan.
Menurut
menteri asal PKS, menaikkan harga BBM yang sudah lama murah bukan
perkara mudah. Pemerintah pasti dihujat sana-sini. Tapi, bagaimana pun
kebijakan ini harus dilakukan.
Bayangkan
saja, pemerintah saat ini harus menganggarkan subsidi Rp317 triliun
yang sebagian besar untuk subsidi BBM. Bahkan, Presiden pernah
mengatakan, bila dibiarkan jumlah subsidi ini akan bengkak jadi Rp446,8
triliun, dan khusus BBM Rp297,7 triliun. Tentu anggaran subsidi yang
mencapai seperempat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ini tak akan
menyehatkan.
Anehnya
lagi, subsidi BBM ini, kata Menteri Energi Jero Wacik, 77 persennya
dinikmati orang kaya. Tentu subsidi ini tak tepat sasaran.
Memang,
menurut Tifatul, gejolak penolakan tak mungkin terelakkan. Termasuk
dari partainya sendiri, PKS. "Memang kalau pemerintah mau aman ya tidak
menaikkan BBM," katanya. "Tapi ini tidak menyehatkan APBN."
Mengenai
perbedaan sikap partainya dengan pemerintah, sebagai menteri dia akan
komitmen mendukung kenaikan ini. Dia akan terus mensosialisasikan baik
melalui akun twitternya maupun program lain.
"Saya ini sudah punya 600 ribu followers, dua kali oplah koran nasional," katanya sambil tersenyum.