JAKARTA - Belum beberapa lama situs yang disinyalir milik ormas Front Pembela Islam (FPI) diusili oleh hacker dengan
mengganti tampilan web dan memblok akses ke laman tersebut. Kini
tampilan laman tersebut berubah lagi dengan nada yang mendukung
pergerakan FPI, dan terkesan menyudutkan media massa.
Dua hari sebelumnya, fpi.or.id melansir sebuah kecaman Presiden FPI
Habib Muhammad Rizieq Syihab terhadap Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) yang telah mengatakan FPI mencederai ajaran agama Islam
dan memalukan Islam. Dalam berita kecaman itu, FPI juga melansir 10 jasa
FPI dibandingkan SBY.
Di paragraf terakhir, berita di situs FPI itu menyebut SBY sebagai Ketua Umum Partai Terkorup.
“SBY ingin mengkritisi FPI boleh saja, tapi hendaknya berkaca dulu,
karena SBY adalah Ketua Umum Partai Terkorup yang mudharatnya sangat
menyengsarakan rakyat,” tulis FPI, Senin
Dalam
tampilan terbaru laman tersebut terdapat tulisan dengan huruf kapital
dan cetak tebal yang berbunyi "KALIAN SUDAH SALAH MENILAI FPI!!! KALIAN
SAMA SAJA MENDUKUNG MAKSIAT DI INDONESIA INI, JANGANLAH DI PERBODOHKAN
OLEH MEDIA!" dan di bawah kalimat tersebut terdapat tulisan berukuran
lebih kecil yang berisi tulisan '/MAAF JIKA SAYA SALAH<'.
Hingga
saat ini belum diketahui siapa oknum yang melakukan hal tersebut. Dan
juga belum diketahui motif pembajakan web yang diduga milik FPI. Terkait
kasus ini belum ada keterangan resmi dari pihak FPI.
Partai Demokrat menilai, peretasan terhadap situs Front Pembela Islam
(FPI), Rabu (24/7/2013), di tengah maraknya pemberitaan tentang bentrok
yang melibatkan FPI di Kendal, Jawa Tengah, pekan lalu,
sebagai suatu pelajaran. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melanie
Leimena, mengatakan, peretasan itu perlu diperhatikan sebagai bentuk
penolakan masyarakat terhadap tindakan anarkistis FPI.
"Saya rasa
bagus. Ini respons masyarakat yang harus diperhatikan. Saya rasa
seluruh masyarakat menolak adanya aksi kekerasan seperti itu,” ujar
Melanie di Kompleks Parlemen, Rabu siang.
Wakil Ketua Majelis
Pemusyarawaratan Rakyat ini mengecam aksi kekerasan yang dilakukan ormas
mana pun, termasuk FPI. Terlebih lagi, kata Melanie, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono sudah memberikan pernyataan dan teguran atas aksi
anarkistis di Kendal.
Ia pun setuju dengan wacana pembubaran ormas anarkistis karena sudah banyak pihak yang merasa resah dengan keberadaan ormas itu.
"Harus
dipahami bahwa secara moral aksi ormas itu tidak bisa dibenarkan.
Namun, soal pembubaran ini soal segi hukum, harus dilihat baik-baik
aturannya," ucap Melanie.
Seperti diberitakan, situs milik FPI
diretas dan isinya tidak bisa diakses publik pada Rabu siang ini. Saat
dikunjungi Kompas.com, halaman depan situs dengan alamat www.fpi.or.id
itu hanya menampilkan tulisan
"Nih Site udah berapa backdoor ditanem? :wkwk".Namun, beberapa menit kemudian, tulisan di atas telah berubah menjadi "Situs Ini Pindah Ke
id.wikipedia.org/wiki Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam".
Tak lama, tulisannya kembali berganti menjadi "FRONT PENGHANCUR ISLAM !
Situs Yang Udah Mau Almarhum Ini Pindah Ke
id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam".
Peretas
situs ini kemungkinan tak hanya dilakukan satu orang. Para peretas
terlihat seperti bergantian menuliskan pesannya di situs tersebut.