Kepala Badan Intelijen Nasional, Marciano Norman, mengatakan, ada sinyalemen kuat kasus penembakan terhadap dua polisi di Jakarta dan seorang sipir di Jogjakarta dilakukan kelompok sama.

"Itu sinyalemennya kuat dilakukan kelompok yang sama, yang pasti ada kaitan dengan kelompok-kelompok itu," katanya, saat ditemui di Istana Negara, Kamis.

Ia menjelaskan, peristiwa penembakan di Jakarta dan Jogjakarta itu mengindikasikan memang ancaman yang selama ini ditujukan kepada aparatur keamanan kelompok tertentu itu benar-benar dilaksanakan.

"Mereka mencari sasaran yang betul-betul sangat lengah... dua korban yang pertama dua-duanya ditembak dari belakang. Kemudian yang ini juga," katanya.