Media Lebanon dan Israel melaporkan
bahwa setelah lima tahun perang kedua Israel terhadap Lebanon, militer
Zionis kembali bersiap untuk memulai perang baru terhadap Hizbullah.
IRNA,
Jumat (15/7) melaporkan dari Beirut, koran An-Nahar cetakan Lebanon
menulis, "menurut informasi politik negara-negara Eropa, Israel pada
September mendatang bermaksud memulai perang atas Lebanon untuk mencegah
kemungkinan persetujuan Majelis Umum PBB soal pembentukan negara
merdeka Palestina."
Harian itu menegaskan, alasan lain memulai
perang itu adalah menguasai zona khusus ekonomi Lebanon di Laut
Mediterania dan keraguan tentang garis pantai Lebanon yang diserahkan ke
PBB. Ditambahkannya, Israel bahkan mengancam akan menggunakan kekuatan
militer jika instalasi laut di kawasan itu mendapat serangan rudal
Hizbullah.
An-Nahar lebih lanjut menambahkan, para arsitek perang
Israel tengah memfokuskan pada perubahan struktural kemampuan militer
Hizbullah sebagai persiapan perang mendatang. Israel bahkan meyakini
bahwa medan perang ketiga dengan Lebanon akan lebih luas dibanding
perang pertama dan kedua.
Menurut koran ini, Israel akan kembali
membombardir rumah-rumah warga dengan alasan digunakan sebagai tempat
peluncuran roket Hizbullah. Sementara itu, koran Israel, Yediot Aharonot
seraya menyinggung masalah tersebut, menulis, militer Israel percaya
bahwa kini pengenalan dan identifikasinya terhadap Hizbullah melebihi
tahun 2006.
Ditambahkannya, Israel selama ini telah banyak
menyusun skenario untuk memulai perang baru terhadap Hizbullah. Perang
pertama Israel terhadap Lebanon pecah pada 1982, yang berujung pada
pendudukan Lebanon Selatan hingga Beirut. Pada 2006, perang kedua
dimulai yang berakhir dengan kekalahan Israel.
Sumber : Republika.co.id
| Redaktur : Djibril Muhammad |
| Sumber : IRIB/RM/PH |