Sudah sepekan Muhammad Mursi menghilang
dan tak ada yang tahu posisi mantan presiden Mesir ini. Washington Post
menyebut ia ditahan serta diisolir bersama dengan tujuh pembantunya.
Pemerintah transisi melalui Juru
Bicara Kementerian Luar Negeri, Badr Abdelatty, mengatakan Mursi aman dan diperlakukan
secara manusiawi. Ia juga belum didakwa atas tuduhan apapun.
Namun, aman dan manusiawi di lokasi
mana, mereka tak jua mau menjawab. Senin (8/7/2013) lalu, demonstrasi besar
meminta Mursi dikembalikan berbuah petaka. Militer menyerang demonstran dan
menyebabkan lebih dari 50 orang gugur yang oleh Ikhwanul Muslimin (IM) disebut
Pembantaian di Garda Republik.
Bukannya menangkap anggota militer,
pengadilan malah mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada pemimpin IM, Dr
Mohammad Badi’, dan sembilan tokoh utama lainnya. Mereka dituduh memprovokasi
kekerasan sehingga menyebabkan puluhan orang meregang nyawa.
Pemerintah transisi, pengadilan dan
militer pun terus mempreteli Ikhwanul Muslimin, termasuk sayap politik mereka,
Partai Keadilan dan Kebebasan.
Washington Post menyebut penangkapan
massal dan penahanan Mursi oleh militer sebelumnya sudah diperingatkan
pemerintah Barack Obama. Namun, tampaknya peringatan Washington tak
mempengaruhi kebiasaan militer Mesir menjatuhkan pemerintahan. Bisa dibilang, Mesir
yang menerapkan sistem demokrasi, justru militernya sendiri yang menista
demokrasi.
Pendukung HAM pun menilai para
penguasa baru Mesir saat ini juga bisa menggunakan teknik yang digunakan Mursi.
Kelompok Pemerhati HAM, Heba Morayef mengingatkan begitu banyak korban yang
dijebloskan kemudian menjadi gagasan bagi peradilan netral di Mesir.
Terkait Mursi, seorang keluarga dari
pembantu Mursi yang ditangkap dan juga menghilang menyatakan ia belum bisa
menghubungi orang terkasihnya itu. Saudaranya memang diizinkan untuk
menghubungi dan mengatakan ia aman dan baik-baik saja. Namun, tetap saja ia tak
mendapatkan informasi di mana saudaranya itu berada.
Keluarga dari pembantu Mursi bahkan
mengaku diancam oleh Dinas Keamanan Mesir. ”Mereka mengancam keluarga untuk tak
mencari dukungan internasional,” ujarnya seperti dikutip Washington Post.
Dikutip dari Al Jazeera, Kemenlu
Jerman juga meminta Mursi segera dilepas dan diberitahukan lokasi sebenarnya.
Juru Bicara Kemenlu Jerman, Martin Schaefer meminta semua kelompok terutama
Ikhwanul Muslimin untuk menahan diri dari segala bentuk kekerasan. Namun. yang
tetap jadi pertanyaan di mana Mursi saat ini?