Jakarta - Meski Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
terus menghadapi goncangan politik yang hebat. Kader PKS tetap berusaha
menghadapi badai tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh anggota DPR
RI dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah. Lewat twitternya @Fahrihamzah, dia
menyatakan kebenaran takkan mendua, apa yang membuatmu yakin dan tenang
adalah kebenaran.
"Sebaliknya kegelisahanmu hanya karena kau
belum yakin dengan apa yg kau pegang. Kita memegang janji setia," tulis
Fahri di twitternya, Selasa (7/5/2013).
"Waktu mengayunkan kaki kita, dunia makin gelap. Tanda-tanda makin tak jelas. Dan kita ada di dalamnya," imbuhnya.
Lebih lanjut politikus yang lantang menyuarakan soal skandal
bailout
Bank Century ini mengungkapkan, tataplah langit dan gemintang malam
ini. Kau pasti tahu bahwa tidak mungkin ini semua main-main. GUSTI ALLAH
ORA SARE.
"Kita tidak bekerja untuk partai apalagi untuk manusia
yg sangat mungkin bersalah," tuturnya. Kita tidak bekerja untuk
kemenangan suara politik yang kadang dapat menjadi awal bencana
kemanusiaan," urainya.
Sekali lagi, Fahri menegaskan, dalam
setiap kehidupan, kekuasaan dan pihak-[ihak yang menggunakan kekuasaan
hanyalah fatamorgana semata. "Lihatlah efek kekuasaan pada semua orang
yang dangkal akan sama: sombong, sewenang-wenang dan tak mau mendengar
saran," ungkapnya.
"Kesombongan tak nampak pada bahasa yg keras
atau tinggi tapi pada sikap sok tahu dan merasa selalu benar.
Orang-orang ini menggunakan kekuasaannya seperti orang kesurupan. Dan
mereka menyebut diri mewakili negara menegakkan moral. Mereka menganggap
negara harus selalu benar dan negara harus selalu menang. Karenanya
segala cara menjadi benar," tandasnya.
Seperti diberitakan
sebelumnya, tidak menutup kemungkinan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) untuk bekerja sama dengan pihak keamanan dari institusi lain dalam
upaya menyita mobil milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI)
yang menjadi terdakwa kasus suap izin impor daging sapi.
Institusi
yang dimaksud adalah pihak kepolisian. Kerja sama itu penting dilakukan
karena dua kali upaya penyitaan KPK dihalangi beberapa orang di Kantor
DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
"KPK akan meminta
bantuan dengen penegak hukum lain, tapi sampai hari ini mobil itu tetap
disegel di sana," tegas Juru Bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Jalan
HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Sejauh ini, lanjut
KPK, belum membutuhkan bantuan pihak kepolisian tersebut. Namun sangat
dimungkinkan meminta bantuan pada penyitaan berikutnya. Saat ini, KPK
masih akan berupaya sendiri membawa mobil-mobil itu untuk diamankan di
kantor KPK. "Nanti kalau memang sekiranya tidak bisa baru kita minta
bantuan," pungkasnya.
Seperti diketahui, dua kali upaya penyitaan
terhadap mobil LHI, KPK gagal. Pasalnya, sejumlah orang menghalangi
upaya KPK itu. Meski pihak PKS membantah dan menyebut KPK tak bisa
menunjukan surat penyitaan.
Sumber : Sindownews.com
Sumber : sindonews.com