Jakarta - Mantan Anggota DPR Fraksi Reformasi M. Hatta
Taliwang mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gemar membuat
kehebohan dan membawa masyarakat berwisata dan tamasya politik bersama
KPK. Gemar melakukan hal tersebut membuat KPK lupa dengan kasus-kasus
besar yang kini belum jelas perkembangannya."Tamasya
bersama KPK karena KPK sering mengajak kita sebentar cuma memegang
belalai gajah, lalu melihat monyet dikerangkeng, atau singa yang demam
kemudian kelinci yang cantik-cantik bernama Vita (Vitalia Syesha),
Maharani, Angel dan lain-lain," ujarnya, Kamis (23/5/2013).
"Banyak
sekali kasus besar yang diungkap KPK tetapi hampir semua ngambang,
Century, Wisma Atlet, Hambalang, Travel Cheque, Simulator, dan lain-lain
masih menyisakan tanda tanya, banyak yang tidak dilanjutkan
pengungkapannya," ucap Hatta.
Ia menyesalkan sikap KPK yang tidak fokus dan sering berpindah-pindah kasus dan cenderung tidak menyelesaikannya.
"Lalu
sampai kapan KPK akan berfungsi cuma sebagai lembaga entertaintment
yang menghibur sesaat lalu pindah show di panggung lain, siapakah
invisible dirigen di KPK," tandasnya.
Penilaian itu disampaikan
Hatta menanggapi masih banyaknya kasus besar yang terbelngkalai. Antara
lain mega skandal Bank Century dan korupsi proyek Hambalang yang
menyeret mantan Menpora Andi Mallarangeng dan eks Ketua Umum Partai
Demokrat Anas Urbaningrum.