Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak peduli pada
kasus-kasus korupsi besar yang telah merugikan negara. KPK hanya
tertarik dengan kasus-kasus kecil yang menarik perhatian dan pencitraan.Selain itu KPK juga lebih berfokus pada korupsi yang seharusnya dapat ditangani oleh Kepolisian dan Kejaksaan.
"Puluhan
Triliun seperti kasus divestasi PT.Newmont Nusa Tenggara (NNT), Kasus
Pencaplokan Lahan Milik BUMN oleh Swasta, (Lahan PT Antam di Halmahera
Selatan, dan lahan PT Bukit Asam di Lahat Sumsel, lahan PT Antam di
Konawe Utara) Dugaan penyimpangan pajak dan royalti PT Adaro, Kasus
royalti PT. Freeport dan lain-lain, Ini mungkin ratusan Triliun kalo
diusut tuntas. KPK sering sibuk urusan yang mestinya cukup porsi
Kepolisian dan Kejaksaan," ujar Mantan anggota DPR fraksi Reformasi M.
Hatta Taliwang ke
INILAH.COM, Kamis (23 /5/2013).
Ketua
Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) itu juga menyesalkan
kasus-kasus yang telah diungkap KPK dibiarkan mengambang dan tak jelas
ujung rimbanya.
"Kasus-kasus besar yang jadi perhatian sejak lama
seperti BLBI, Century, Rekening Gendut, Kasus Menteri-menteri, Pejabat,
Tokoh yang sudah sering disebut di publik tidak jelas kelanjutannya,"
katanya.
Sebelumnya, saat ini KPK tengah hangat menyorot kasus
suap impor daging sapi dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad
Fathanah. Bahkan KPK bergerak cepat guna mengungkap kasus tersebut.
Sementara Kasus-kasus besar yang sebelumnya ditangani KPK seperti
Century yang sudah tampak jalannya dibiarkan KPK begitu saja.
"Saya kritisi KPK karena saya ingin KPK benar-benar menjadi lembaga berwibawa," tandasnya