KAIRO -- Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU), Catherine
Ashton, Selasa (30/7) melakukan pembicaraan selama dua jam dengan
presiden terguling Mesir, Muhammad Mursi, di tempat ia ditahan segera
setelah ia digulingkan dalam kudeta militer pada 3 Juli.
''Ashton bertemu dengan Mursi selama dua jam," kata juru bicaranya, Maja Kocijancic, kepada
AFP.
Ashton berada di Kairo untuk membicarakan krisis politik berdarah
yang melanda negara paling banyak penduduknya di dunia Arab itu. Dia
menemui Mursi pada Senin malam.
Sumber-sumber mengemukakan kepada
AFP bahwa ia meninggalkan
Kairo dengan menggunakan satu helikopter militer menuju satu lokasi yang
tidak diungkapkan. Tempat dimana Mursi ditahan.
Dalam kunjungan terakhirnya pada 17 Juli, Ashton tidak berhasil
meminta izin untuk menemui Mursi. Ashton mendesak militer Mesir
membebaskan Mursi.
Para pendukung Mursi melakukan unjuk rasa setiap hari menuntut
pemulihan jabatannya. Pada Senin, mereka bergerak dari satu lokasi unjuk
rasa penting Kairo ke beberapa markas besar keamanan.
Ashton, yang tiba di Kairo pada Ahad malam, melakukan perundingan
dengan sejumlah pejabat sepanjang Senin. Itu termasuk pembicaraan dengan
presiden sementara yang dilantik militer, Adly Mansour; wakil presiden
bagi urusan internasional, Muhammad ElBaradei; dan panglima militer,
Jenderal Fattah Al Sissi.