YOGYAKARTA -- Ratusan pemuda muslim dari beberapa elemen pemuda di
Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi atas nasib masyarakat Mesir di
Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Selasa (30/7). Mereka membawa berbagai
spanduk dukungan terhadap masyarakat mesir dan menggelar orasi di titik
nol kilometer tersebut.
Para pemuda muslim ini terdiri atas Aiansi Pemuda Peduli Dunia Islam
(APPDI), Farohis Kota Yogyakarta, Forum Rohis Nusantara se-DIY, Forus
Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Yogya, dan BKPRMI Sleman.
"Kita disini buka untuk mengganggu kelancaran arus lalulintas, kita
disini menyerukan aksi keprihatinan atas nasib saudara kita di Mesir,"
kata salah satu orator dalam kesempatan itu.
Spanduk yang dibentangkan para pemuda dan pemudi muslim ini antara lain, 'Aksi damai tanpa senjata berhari-hari dibalas
sniper', 'Saudara kita sedang berpuasa di Mesir di hujani peluru masihkah kita membisu?', dan '
Save Egypt'. Ada juga spanduk bergambar Muhammad Mursi yang bertuliskan Dialah presiden Mesir.
Dimas Agil, Humas aksi keprihatinan terhadap Mesir di Yogyakarta
mengatakan, secara bilateral Indonesia memiliki beban sejarah yang
panjang dengan negara Mesir. Pasalnya, fakta sejarah mengatakan Mesir
adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI.
Selain itu, secara aspek kemanusiaan semua dokumen Piagam Hak Azasi
manusia mengamanatkan adanya kebebasan berdaulat. "Konsekuensinya
seharusnya Presiden SBY konsisten menjalankan politik luar negeri bebas
aktif, karenanya presiden harus mengambil tindakan terbaik bagi Mesir
tanpa tekanan dan intervensi negara lain termasuk Amerika," tegasnya.
Diakuinya, melalui aksi damai tersebut pemuda dan pemudi muslim DIY
menolak tegas adanya kudeta militer di Mesir. Mereka juga mengajak
seluruh masyarakat muslim di Indonesia dan dunia untuk menolak kudeta
militer di Mesir tersebut.